Membersihkan Dosa dan Kesalahan

Heart-from-splash-water-wallpaImam Ibnul Qoyyim rohimahumulloh berkata: “Aku pernah bertanya kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang maksud do’a Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam:

Allohumma thohhirnii min khothooyaaya bil-maa-i watsalji wal-barod (Ya Alloh, bersihkanlah dosa-dosaku dengan air, salju, dan air dingin). (HR. Bukhari, Muslim)

Bagaimana kesalahan-kesalahan dapat dibersihkan dan dihapus dengan semua itu? Dan apa faedah pengkhususan yang dapat dipetik dari pernyataan di atas serta sabda Rosululoh di hadits lain dengan redaksi “Wal maail baaridi” yaitu air dingin”.. Padahal air panas umumnya lebih dapat membersihkan? Baca Lanjutannya…

Iklan

Masih Sulit Menghentikan Kemungkaran??

Ada seorang pemuda yang sangat gandrung dengan salah satu perbuatan keji. Ia sangat sulit meninggalkannya. Sampai akhirnya Alloh Subhaanahu wa Ta’ala mengizinkan perasaan gandrungnya itu lenyap setelah ia merenungkan firman  Alloh Jalla wa ‘Ala:

Demikianlah, agar kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24)

Setelah membaca ayat ini, ia kembali kepada dirinya dan berkata: “Seandainya aku mau ikhlas kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, pasti Robb-Ku akan meyelamatkan aku sebagaimana Dia menyelamatkan Yusuf ‘alayhissalam.”

Lalu, tidak lama kemudian pemuda itu menjadi juru dakwah.

 

– Dikutip dengan sedikit tambahan seperlunya, dari buku SMS Tadabbur Al Qur’an (Prof. DR. Nashir Al Umar , DR. Umar Al Muqbil, DR. Muhammad Al-Khudhari, 2009), Pustaka Elba, Surabaya. –

Tadabbur Al Qur’an: Husnudzon Pada Pilihan Alloh

Positive_thinking_from_fragmentsofabrokenmind

Tatkala Qorun amblas ditelan bumi, orang-orang yang ingin seperti dia berkata:

Kalau saja Alloh tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita, niscaya Dia benar-benar telah membenamkan kita ke dalam tanah.” (QS. Al Qoshosh: 82)

Padahal kemarin mereka memanjatkan do’a:

“Mudah-mudahan kita mempunyai harta seperti yang telah diberikan pada Qorun. Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Al Qoshosh: 79) Baca Lanjutannya…

JANGAN SALAH MENILAI

SangkarDinamika kehidupan saat ini telah berkembang ke arah yang semakin menjauhi nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Agama kita yang lurus. Adakalanya kita memandang sesuatu hal bukanlah dalam kacamata syar’i, namun atas kepentingan duniawi. Padahal bisa jadi itu adalah bentuk kebodohan, kejahiliyahan.. Padahal, tidaklah Robb kita Jalla wa ‘Ala mengutus seorang Rosululloh Muhammad shollallohu ‘alayhi wa sallam, diantaranya adalah untuk memberantas praktek-praktek jahiliyah jaman tersebut…

Baca Lanjutannya…

Ucapan “Andaikata”

Banyak orang yang secara “de fakto” menentang taqdir. Mereka beranggapan, bahwa andai mereka melakukan suatu hal, niscaya keadaan akan berbeda, padahal Alloh Subhaanahu wa Ta’ala telah menentukan setiap perbuatan dan hasilnya, sehingga semuanya pasti berjalan sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Baca Lanjutannya…

Kenalilah Siapa Alloh, Dialah Robb Yang Maha Agung dan Maha Suci

(Mohon dibaca perlahan.. Diresapi dalam-dalam.. InsyaAlloh akan anda temukan makna penghambaan yang dalam Pada-Nya, Robb Yang Maha Agung dan Maha Suci)


Demi Alloh, tiada yang dapat mengabulkan keinginan kecuali Alloh, dan tidak ada yang dapat merealisasikan keinginan kecuali Alloh.

Tiada yang dapat memberi & menghalangi selain Alloh,

Tiada yang dapat memberi petunjuk padamu dan menyesatkanmu melainkan Alloh,

Baca Lanjutannya…

Pohon Kemunafikan

Pohon kemunafikan tumbuh di atas dua akar: Akar kedustaan dan Akar Riya’. Dan sumber airnya dari dua mata air: Mata air lemahnya mata hati dan Mata air lemahnya tekad. Maka apabila rukun-rukun yang empat ini sempurna niscaya akan kokohlah pohon kemunafikan dan bangunannya.

Namun itu tergantung dari tingkatan-tingkatan ombak yang menerpa tepi-tepi danau. Apabila mereka menyaksikan ombak-ombak hakekat (kenyataan) pada hari dimana isi hati diuji, diungkapkan apa yang tersembunyi, dibangkitkan seluruh isi kubur dan dinampakkan isi-isi hati, jelaslah pada hari itu bagi orang-orang yang barang dagangannya adalah kemunafikan, hasil dari apa yang mereka usahakan adalah seperti fatamorgana.

Orang-orang yang dahaga menyangka itu adalah air, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatkan kesudahan padanya sesuatupun. Dan didapatinya ketetapan Allah ada di sisinya lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungannya.” (QS. An-Nur: 39)

Sumber: Buku “Sifat Munafik”, oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka At-Tibyan

%d blogger menyukai ini: