HAKIKAT “KAYA…”


Uang....

Hakekat kaya adalah kaya hati bukan kaya harta semata. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam selalu memberi bimbingan dan pengarahan untuk hidup sederhana dan puas akan bagian yang diberikan oleh Alloh, sebagaimana dalam sabdanya :

Dan puaslah akan bagian yang telah Alloh berikan untukmu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya” (HR. Bukhori)

Rosululloh selalu berdoa kepada Tuhannya :

Allohumma qoni’ni bima rozaktani, wa barikli fiihi, akhluf ‘ala kulli ghootsibatinlii bikhoir”

Wahai Alloh berilah aku kepuasan dan barokah terhadap rizki yang telah Engkau berikan kepadaku, dan berilah yang lebih baik, pengganti apa saja yang Engku ambil dariku” (HR. Bukhori)

Kalau setiap orang puas terhadap sedikit harta yang dimiliki, pasti tak akan ada yang merasa miskin dan meminta-minta. Andaikan setiap orang merasa senang dan puas akan pembagian Alloh kepada dia, pasti tidak aka nada orang meminta-minta dan menjadi mulia, walau dia tidak mempunyai banyak harta.

Imam Syafi’I rohimahumulloh berkata :

Kuihat puas itu pangkal kaya, karena itu kupegang teguh ekornya

Maka siapapun tahu, kalau aku tidak menerjuninya

Dan siapapun tahu, kalau aku tidak menggelutinya

Sebab itulah aku kaya tanpa uang. Sebab itu pula, aku bebas bergerak bagai seorang raja”

Puas terhadap pemberian Alloh membuat dia tenteram, bahagia, senang, tidak suka mencari tahu hak orang lain, tidak menyukai yang bukan haknya, sehingga dicintai sesama di samping dicintai Alloh. Rosululloh bersabda:

Berhati-hatilah kamu tentang dunia, Alloh pasti mencintaimu. Dan berhati-hatilah terhadap hak sesame manusi, mereka psti mencintaimu” (HR. Bukhori)

Rosululloh menegaskan bahwa seseorang tidak akan mampu mencapai derajat kaum yang pandai bersyukur, kecuali dia bisa puas akan rizki yang akan diberikan Alloh kepadanya. Begitulah pesan Nabi kepada Abu Hurairoh :

Hai Abu huroiroh, jadilah orang wara’, pasti kamu jadi orang yang paling berkualitas ibadahnya. Jadilah orang yang puas hati, pasti kamu jadi orang yng paling pandai bersyukur. Cintailah sesama sebagaimana mencintai dirimu, pasti kamu menjadi seseorang yang beriman sempurna” (HR. Bukhori)

Rosululloh juga bersabda:

Sungguh beruntung seorang yang memeluk Islam, lalu diberi rizki sekedar cukup, kemudian Alloh memberi-Nya kepuasan akan pemberian-Nya itu” (HR. Bukhori)

Umar berkata :

Sesungguhnya rakus itu miskin. Sedang putus (menahan diri) itu kaya. Barangsiapa menahan diri dari meminta-minta kepada orang, maka bebaslah dia dari ketergantungan kepada mereka

Rosululloh juga bersabda:

Kaya bukan karena banyaknya harta. Tapi kaya adalah kayanya hati” (HR. Bukhori)

Yaa Alloh, berilah kami kepuasan terhadap rizki yng telah Engkau berikan kepada kami. Jadikanlah kami makhluk-Mu yang merasa paling puas terhadap bagian yang telah Engkau berikan kepada kami. Amiin

Dikutip dengan sedikit perubahan dari Majalah Qiblati no.2 Thn I, Ramadhan 1426 H

Tag:, , , ,

About galuhsurya

Sebanyak2nya Kemanfaatanku untuk Orang Lain...

5 responses to “HAKIKAT “KAYA…””

  1. kangarul says :

    Assalamu’alaikum wr wb,
    Numpang nge-link ke artikel “Hakikat Kaya”
    Makasih…

  2. galuhsurya says :

    Wa’alaykumussalam wr. wb.

    Silakan.. Semoga bermanfaat

  3. kurnianza says :

    terimaksih ats artikelnya..dan.kunjungi website ku juga ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: