Kisah Nyata : Renungan Bagi Wanita Karir

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya ……

——— [] ———-

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not the best?” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Baca Lanjutannya…

Catatan Suami Untuk Istri

LoveTerima kasih sayang… Kamu tetap tabah di saat aku terhimpit. By suami

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Jazakillah khairan (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang… Kamu masih bisa tabah, tersenyum dan memberikan dorongan di saat aku terhimpit dalam ekonomi.

  Baca Lanjutannya…

Goretan Pena tuk Calon Istriku

>>> Disusun oleh: darelurf<<<

Assalamu’alaykum warohmatullohi wa barokaatuh

Untukmu, calon istriku….

Tangan ini mula menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini didalam kalbu. Aku mulai bertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya.

Acapkali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku”. Aku awalnya kurang mengerti sebenarnya apa arti kalimat ini karena diselubungi jahiliyah.

Baca Lanjutannya…

Kisah Nyata: Berkah Sebuah Ketaqwaan -Tak Jadi Mencuri, Dinikahkan dengan Putri Tuan Rumah yang Hendak Dicuri-

Ada seorang pemuda yang bertaqwa. Tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar dari seorang Syaikh. Setelah lama menuntut ‘ilmu, sang syaikh menasehati dia dan teman-temannya: “Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang ‘alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketaqwaan kepada Alloh dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”

Maka pergilah pemudah tadi menemui ibunya seraya bertanya: “Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?” Sambil bergetar ibunya menjawab: “Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?” Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata: “Ayahmu itu dulu seorang pencuri!!”.

Baca Lanjutannya…

7 Larangan Setelah Makan

Oleh: DR. Ilyas Zuhair

Alloh Subhaanahu wa Ta’ala telah menetapkan dan mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu, dalam membunuh, dalam menyembelih, dan dalam hal apapun. Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam sendiri memohon kepada Alloh agar ditolong untuk ibadah kepada Alloh dalam bentuk terbaik. Dan menjadikan sikap meninggalkan sesuatu yang kurang baik sebagai pertanda muslim yang baik. Dan Nabi bersabda:

Berambisilah untuk hal yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Alloh. Dan jangan lemah.” (HR. Muslim: 6725)

Oleh karena itu, berikut ini saya terangkan beberapa kesalahan yang sering kita lakukan setelah makan. Saya akan meringkasnya pada poin berikut:

Baca Lanjutannya…

Langkah-langkah Setan

Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqoroh: 168)

Penyebutan godaan setan dengan istilah-istilah “langkah-langkah” di sini memiliki 2 isyarat:

1. “Langkah” berarti jarak yang pendek. Begitulah setan ketika menggoda manusia. Ia memulai aksinya dengan hal-hal yang kecil-kecil -baik berupa bid’ah maupun maksiat- agar jiwa manusia menjadi akrab dengannya.

2. Kata “langkah-langkah” menunjukkan, setan tidak akan berhenti pada langkah pertama dalam perbuatan maksiat.

(Fahd Al Aiban)

**Dikutip dari buku SMS Tadabbur Al Qur’an (Prof. DR. Nashir Al Umar , DR. Umar Al Muqbil, DR. Muhammad Al-Khudhari, 2009), Pustaka Elba, Surabaya.

Kisah Seorang Pengajar Al Qur’an

Al-quran

Kisah ini disampaikan oleh seorang pengajar al-Qur’an al-Karim di salah satu masjid di Makkah Al Mukarramah. Ia berkata, ”Telah datang padaku seorang anak yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah”. Maka aku bertanya kepadanya, ”Apakah engkau hafal sebagian dari al-Qur’an?”. Ia berkata, ”Ya”. Aku berkata kepadanya, ”Bacakan dari juz ‘amma!” Maka kemudian ia membacanya. Aku bertanya lagi , ”Apakah kamu hafal surat Tabaarak (al-Mulk)?”. Ia menjawab, ”Ya”. Aku pun takjub dengan hafalannya di usia yang masih dini. Baca Lanjutannya…

Pentingnya Tadabbur Al Qur’an

Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam pernah bangun sepanjang malam dengan membaca satu ayat secara berulang-ulang sampai Shubuh. Yaitu firman Alloh Subhaanahu wa Ta’ala:

إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya: “Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Maaidah: 118)

Oleh karena itu, Ibnul Qoyyim mengatakan:

“Apabila melewati suatu ayat (sementara Beliau membutuhkannya untuk mengobati hatinya), Beliau membacanya secara berulang-ulang kendati mencapai 100 kali dalam satu malam. Jadi, membaca satu ayat disertai dengan pemikiran dan pemahaman, lebih baik daripada membaca sampai khatam tanpa perenungan dan pemahaman, lebih bermanfaat, bagi hati, dan lebih berpotensi mendatangkan iman dan rasa manisnya Al Qur’an (Miftahu Daarissa’adah, 1/187)

 

Dikutip dari buku SMS Tadabbur Al Qur’an (Prof. DR. Nashir Al Umar , DR. Umar Al Muqbil, DR. Muhammad Al-Khudhari, 2009), Pustaka Elba, Surabaya.

%d blogger menyukai ini: