<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Semoga Bermanfaat.. ^^</title>
	<atom:link href="http://galuhsurya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galuhsurya.wordpress.com</link>
	<description>Sebanyak2nya Kemanfaatanku untuk Orang Lain...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 10:58:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='galuhsurya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/aaead82c0e28bcea62e0b0ed10d051d9?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Semoga Bermanfaat.. ^^</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://galuhsurya.wordpress.com/osd.xml" title="Semoga Bermanfaat.. ^^" />
	<atom:link rel='hub' href='http://galuhsurya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Nyata : Renungan Bagi Wanita Karir</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/10/12/kisah-nyata-renungan-bagi-wanita-karir/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/10/12/kisah-nyata-renungan-bagi-wanita-karir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 13:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Karier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis. Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya …… &#8212;&#8212;&#8212; [] &#8212;&#8212;&#8212;- Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=676&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/10/ml0022.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-677" style="border:2px solid black;" title="ml0022" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/10/ml0022.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.</p>
<p style="text-align:justify;">Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya ……</p>
<p style="text-align:center;" align="center">&#8212;&#8212;&#8212; [] &#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;">Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”<em>Why not the best</em>?” katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-676"></span>Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ”selevel”; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.</p>
<p style="text-align:justify;">Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ”alif” dan huruf terakhir ”ya”, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Setulusnya saya pernah bertanya, ”Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal?” Dengan sigap Rani menjawab, ”Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!” Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh <em>baby sitter</em> mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.</p>
<p style="text-align:justify;">Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">”Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.”</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ”memahami” orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ”malaikat kecilku”.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ”Alif ingin Bunda mandikan,” ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ”Bunda, mandikan aku!” kian lama suara Alif penuh tekanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ”Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.” Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah <em>Subhaanahu wa Ta’ala </em> sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ”Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,” ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ”Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?” Saya diam saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ”Ini konsekuensi sebuah pilihan,” lanjut</p>
<p style="text-align:justify;">Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak.</p>
<p style="text-align:justify;">Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba Rani berlutut. ”Aku ibunyaaa!” serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak.</p>
<p style="text-align:justify;">”Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..”</p>
<p style="text-align:justify;">Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.</p>
<p style="text-align:center;"> &#8212;&#8212;&#8212; [] &#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beberapa Catatan Penting :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">–   Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.</p>
<p style="text-align:justify;">–   Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.</p>
<p style="text-align:justify;">–   Sering kali orang sibuk ‘di luaran’, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang2 di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu ‘nanti’ buat mereka jadi abaikan saja dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">–   Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.</p>
<p style="text-align:justify;">–   Pelajaran yang sangat menyedihkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga yang membacanya bisa mengambil makna yang terkandung dalam kisah tsb.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://www.facebook.com/notes/taman-hidayah/kisah-nyata-renungan-bagi-wanita-karir/240719329308971">Facebook Page Taman Hidayah</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/keluarga-sakinah/'>Keluarga Sakinah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kisah-nyata/'>Kisah Nyata</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/wanita-karier/'>Wanita Karier</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/676/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=676&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/10/12/kisah-nyata-renungan-bagi-wanita-karir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/10/ml0022.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ml0022</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Suami Untuk Istri</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/09/08/catatan-suami-untuk-istri/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/09/08/catatan-suami-untuk-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 02:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Suami]]></category>
		<category><![CDATA[Suami Ridha pada Istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih sayang… Kamu tetap tabah di saat aku terhimpit. By suami بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد: Jazakillah khairan (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang… Kamu masih bisa tabah, tersenyum dan memberikan dorongan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=663&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/09/a_piece_cake_of_love.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-664" style="border-color:black;border-style:solid;border-width:2px;" title="A Piece Cake of Love" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/09/combine-wallpapers-pack-18.jpg?w=210&#038;h=131" alt="Love" width="210" height="131" /></a>Terima kasih sayang… Kamu tetap tabah di saat aku terhimpit. By suami</p>
<p style="text-align:justify;">بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:</p>
<p style="text-align:justify;">Jazakillah khairan (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang… Kamu masih bisa tabah, tersenyum dan memberikan dorongan di saat aku terhimpit dalam ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;"> <span id="more-663"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jazakillah khairan (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang… Kamu masih bisa mengurus anak-anak yang sakit dengan sentuhan lembutmu, disaat aku tidak bisa membawa mereka ke rumah sakit, karena minimnya biaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jazakillah khairan (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang… Kamu masih bisa masak enak disaat bumbu-bumbu dapur habis, karena aku tidak mampu beli, cos waktu gajian masih lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Jazakillah khairan (semoga Alloh membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang… Lisanmu tidak pernah mengeluh, mengeluarkan kata-kata kotor disaat kesempitan melanda kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Istriku sayang… Jangan lupa bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam,</em> lebih berat cobaannya dari kita.</p>
<p style="text-align:justify;">عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا كَانَتْ تَقُولُ وَاللَّهِ يَا ابْنَ أُخْتِى إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلاَلِ ثُمَّ الْهِلاَلِ ثُمَّ الْهِلاَلِ ثَلاَثَةَ أَهِلَّةٍ فِى شَهْرَيْنِ وَمَا أُوقِدَ فِى أَبْيَاتِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَارٌ &#8211; قَالَ &#8211; قُلْتُ يَا خَالَةُ فَمَا كَانَ يُعَيِّشُكُمْ قَالَتِ الأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ إِلاَّ أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جِيرَانٌ مِنَ الأَنْصَارِ وَكَانَتْ لَهُمْ مَنَائِحُ فَكَانُوا يُرْسِلُونَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ أَلْبَانِهَا فَيَسْقِينَاهُ.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Urwah rahimahullah bercerita bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita: “Demi Allah wahai keponakanku, sungguh kami melihat datangnya bulan purnama, kemudian datang lagi bulan purnama, kemudian datang lagi bulan purnama, tiga bulan purnama dalam dua bulan, dan (selama itu) tidak dinyalakan api (untuk memasak) di dalam rumah-rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”, Urwah rahimahullah bertanya: “Wahai bibi, lalu apa yang kalian makan?”, Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab: “Dua yang hitam, yaitu kurma dan air, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempunyai tetangga dari kaum Anshar, mereka mempunyai onta-onta yang diberikan kepada seseorang untuk diperah dan mereka mengirimkan susu-susunya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu beliau memberikannya kepada kami” (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Istriku sayang… Jangan lupa bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pernah menyebutkan bahwa penghuni neraka paling banyak adalah para wanita, hal ini dikarenakan mereka sering tidak bersyukur kepada suami dan sering tidak menjaga lisan.</p>
<p style="text-align:justify;">عَنِ أَسْمَاءَ بِنْتَ يَزِيدَ &#8211; إِحْدَى نِسَاءِ بَنِى عَبْدِ الأَشْهَلِ &#8211; تَقُولُ مَرَّ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِى نِسْوَةٍ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَقَالَ « إِيَّاكُنَّ وَكُفْرَ الْمُنَعَّمِينَ ». فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا كُفْرُ الْمُنَعَّمِينَ قَالَ « لَعَلَّ إِحْدَاكُنَّ أَنْ تَطُولَ أَيْمَتُهَا بَيْنَ أَبَوَيْهَا وَتَعْنُسَ فَيَرْزُقَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ زَوْجاً وَيَرْزُقَهَا مِنْهُ مَالاً وَوَلَداً فَتَغْضَبَ الْغَضْبَةَ فَرَاحَتْ تَقُولُ مَا رَأَيْتُ مِنْهُ يَوْماً خَيْراً قَطُّ ».</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Asma binti Yazid, salah seorang wanita keturunan Abdul Asyhal bercerita: “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pernah melewati kami, pada saat kami sedang berkumpul-kumpul bersama para perempuan, kemudian beliau mengucapkan salam kepada kami, lalu beliau bersabda: “Jauhilah sikap tidak bersyukur kepada orang-orang yang memberikan pemberian”, lalu kami bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah itu sikap tidak bersyukur kepada orang-orang yang memberikan pemberian?”, beliau menjawab: “Mungkin salah seorang wanita dari kalian hidup lama dan manja bersama kedua orangtuanya, lalu Allah Ta’ala menganugerahi dia seorang suami dan memberikan kepadanya harta dan anak dari suaminya, suatu ketika dia marah (kepada suaminya), maka iapun mengucapkan: “Aku tidak pernah melihat sama sekali satu kebaikanpun darinya walau seharipun”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab silsilat Al Ahadits Ash Shahihah)</p>
<p style="text-align:justify;">Istriku sayang… Jangan lupa bahwa sebesar ujian yang kita dapatkan sebesar itu pula cinta Allah Ta’ala kepada kita, jika kita sabar dan tabah.</p>
<p style="text-align:justify;">عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ « عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ ».</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda: “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum Dia menguji mereka, maka barangsiapa ridha maka baginya keridhaan dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah)</p>
<p style="text-align:justify;">Ya Alloh… Aku meridhai istriku… dan rasul-Mu <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> telah menyatakan bahwa seorang suami adalah surga atau neraka istri, <strong>masukkanlah istriku ke dalam surga, sungguh aku suaminya telah meridhainya</strong>… Allohumma amin.</p>
<p style="text-align:justify;">عن حصين بن محصن قال : حدثتني عمتي قالت : أتيت النبي صلى الله عليه و سلم في بعض الحاجة فقال : اي هذه أذات بعل أنت ؟ قلت : نعم قال : كيف أنت له ؟ قالت : ما آلوه إلا ما عجزت عنه قال : فأين أنت منه فإنما هو جنتك و نارك</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Dari Hushain bin muhshin rahimahullah, dia berkata: “Bibiku menceritakan: “Aku pernah mendatangi Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> untuk beberap keperluan, kemudian beliau <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bertanya: “Apakah kamu wanita mempunyai suami?”, aku jawab: “Iya”, beliau bertanya: “Bagaimana sikapmu terhadapnya?”, aku jawab: “Aku selalu mengurusinya kecuali yang aku tidak sanggup untuk melaksanakannya”, beliau bersabda: “Perhatikan sikapmu terhadapnya, karena dia adalah surga atau nerakamu”. (HR. Al Hakim dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib)</p>
<p style="text-align:justify;">By:  <em>Suami yang menyayangi istrinya karena Allah Ta’ala</em>.</p>
<p><span style="color:#339966;">Ditulis oleh: Ahmad Zainuddin.</span></p>
<p><span style="color:#339966;">Sabtu, 23 Rajab 1432H Dammam KSA</span></p>
<address><span class="Apple-style-span" style="font-family:Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif;font-size:13px;line-height:19px;white-space:normal;"><strong>Sumber</strong> : Dikutip dengan sedikit perubahan dari <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=247005088648869" target="_blank">Facebook Page Ahsan TV</a></span></address>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/catatanku/'>Catatanku</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/keluarga-sakinah/'>Keluarga Sakinah</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/catatanku/'>Catatanku</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/istri/'>Istri</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/keluarga-sakinah/'>Keluarga Sakinah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/suami/'>Suami</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/suami-ridha-pada-istri/'>Suami Ridha pada Istri</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=663&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/09/08/catatan-suami-untuk-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/09/combine-wallpapers-pack-18.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">A Piece Cake of Love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goretan Pena tuk Calon Istriku</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/23/goretan-pena-tuk-calon-istriku/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/23/goretan-pena-tuk-calon-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 10:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[&#62;&#62;&#62; Disusun oleh: darelurf&#60;&#60;&#60; Assalamu&#8217;alaykum warohmatullohi wa barokaatuh Untukmu, calon istriku…. Tangan ini mula menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini didalam kalbu. Aku mulai bertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya. Acapkali aku mendengar bahwa ungkapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=630&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;"><em><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/rose1hiabd1f91b-eab1-7810-4cfd4dab240133ablarge.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-634" style="border:2px solid black;" title="Bunga Mawar Rose Flower" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/rose1hiabd1f91b-eab1-7810-4cfd4dab240133ablarge.jpg?w=200&#038;h=200" alt="" width="200" height="200" /></a>&gt;&gt;&gt; Disusun oleh: <strong>darelurf&lt;&lt;&lt;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Assalamu&#8217;alaykum warohmatullohi wa barokaatuh</p>
<p style="text-align:justify;">Untukmu, calon istriku….</p>
<p style="text-align:justify;">Tangan ini mula menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini didalam kalbu. Aku mulai bertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Acapkali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku”. Aku awalnya kurang mengerti sebenarnya apa arti kalimat ini karena diselubungi jahiliyah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-630"></span>Rahmat dan hidayah Alloh yang diberikan kepada diriku, kini aku mengerti bahwa suatu hari nanti aku harus mengambil suatu tanggung jawab yang memang diciptakan khas untuk diriku, yaitu dirimu. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fisik, spiritual, dan juga intelektual untuk bertemu denganmu. Aku menginginkan pertemuan kita yang pertama, aku kelihatan “sempurna” dihadapanmu, walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini. Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku galas ketika dipertemukan dengan dirimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku coba membataskan pembicaraan dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting. Karena aku risau membicarakan rahasia diriku kepadanya, karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya. Karena dirimu adalah sebahagian dariku dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui secara zahir dan batin diriku ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila aku memakai kopiah, aku di gelar ustadz. Diriku diselubungi jubah, aku digelar syaikh. Lidahku mengajak manusia ke arah ma’ruf, digelar da’i. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah Ta’ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang aku takuti aku mula didekati wanita karena perawakanku dan perwatakanku, baik yang indah berhijab atau yang ketat ber t-shirt semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rosululloh shollallohu ’alayhi wa sallam pernah bersabda, “<em>Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita</em>” (HR. Bukhari &amp; Muslim). Aku khawatir amalanku bukan sepenuhnya untuk Robb-Ku tetapi untuk makhluk-Nya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khawatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku di campakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di surga.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sukar mencari dirimu karena dirimu bagaikan permata bernilai diantara ribuan kaca menyilau. Tetapi aku yakin jika namamu yang ditulis di Lauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanam untuk diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tugas pertamaku bukan mencarimu tapi mensholehkan diriku.<br />
Sukar untuk mencari sholehah dirimu andai sholehku tak sebanding dengan kesholehanmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik “.</p>
<p style="text-align:justify;">Jiwa remajaku mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada disisi. Setiap kali aku merasakannya aku mengenangkan dirimu. Disana engkau setia menungguku tetapi aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan do’amu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora diri disamping aku mengajukan sendiri doa perlindungan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan harta, rupa, dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih diantara kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat dimana aku bakal melamarmu akan kulihat wajahmu sekilas agar mencipta keserasian diantara kita karena itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur, ataupun bibir merah delima, tapi cuma aqidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi. “<em>Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung</em>.”(HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466)</p>
<p style="text-align:justify;">Jika aku dipertemukan denganmu akan kujadikan syara’ sebagai dinding kita, akan kujadikan akad nikah itu sebagai tanda halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita bersatu setalah pernikahan agar kita dapat menikmati indahnya pernikahan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketentraman hati dan kedamaian batin.</p>
<p style="text-align:justify;">Do&#8217;akan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu karena aku memerlukan dirimu untuk menggenapkan sebahagian agamaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Dariku, calon suamimu….</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalamu&#8217;alaykum warohmatullohi wa barokaatuh</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Sumber Gambar</strong></em>: http://www.getdomainvids.com/keyword/rose%203d/</p>
<p style="text-align:justify;">** <strong>Diketik ulang dengan beberapa perubahan oleh <a href="http://galuhsurya.wordpress.com">galuhsurya</a> untuk galuhsurya.wordpress.com, berdasarkan <em>courtessy</em> Youtube <strong><a href="http://www.youtube.com/watch?v=28ZA12bGaGQ&amp;feature=related">di link ini</a></strong><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png"><img class="alignright size-full wp-image-337" title="Signature" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png?w=519" alt=""   /></a><a href="http://www.youtube.com/watch?v=28ZA12bGaGQ&amp;feature=related"><br />
</a></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/catatanku/'>Catatanku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=630&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/23/goretan-pena-tuk-calon-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/rose1hiabd1f91b-eab1-7810-4cfd4dab240133ablarge.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bunga Mawar Rose Flower</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png" medium="image">
			<media:title type="html">Signature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata: Berkah Sebuah Ketaqwaan -Tak Jadi Mencuri, Dinikahkan dengan Putri Tuan Rumah yang Hendak Dicuri-</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/21/kisah-nyata-berkah-sebuah-ketaqwaan/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/21/kisah-nyata-berkah-sebuah-ketaqwaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 00:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pensucian Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/?p=622</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pemuda yang bertaqwa. Tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar dari seorang Syaikh. Setelah lama menuntut ‘ilmu, sang syaikh menasehati dia dan teman-temannya: “Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang ‘alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=622&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/green-eryin-glassball-wallpaper_1024x768.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-623" style="border:2px solid black;" title="Berkah Sebuah Ketaqwaan" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/green-eryin-glassball-wallpaper_1024x768.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Ada seorang pemuda yang bertaqwa. Tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar dari seorang Syaikh. Setelah lama menuntut ‘ilmu, sang syaikh menasehati dia dan teman-temannya: “Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya orang ‘alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketaqwaan kepada Alloh dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka pergilah pemudah tadi menemui ibunya seraya bertanya: “Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?” Sambil bergetar ibunya menjawab: “Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?” Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata: “Ayahmu itu dulu seorang pencuri!!”.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-622"></span>Pemuda itu berkata: “Guruku memerintahkan kami murid-muridnya untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketaqwaan kepada Alloh dalam menjalankan pekerjaan tersebut.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ibunya menyela: “Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketaqwaan?” Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab: “Ya, begitu kata guruku”. Lalu dia pergi dan bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana pencuri itu melakukan aksinya, Sekarang dia mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian sholat Isya’ dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (syaikh).</p>
<p style="text-align:justify;">Dimulailah dengan rumah teteangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah, dia ingat pesan syaikh-nya agar selalu bertaqwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya: “Ini rumah anak yatim, dan Alloh memperingatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim”. Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di ruma seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. “Ha, di sini..”, gumammnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak, dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata: “Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dia mengambil buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitng dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitng semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisah harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri: “Ingat taqwa kepada Alloh!! Kau harus melaksanakan sholat dulu!”. Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwdhu di bak air untuk selanjutnya melakukan sholat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan sholat. Istrinya berkata: “Apa ini?”. Dijawab suaminya: “Demi Alloh, aku juga tidak tahu.” Lalu dia menghampiri pencuri itu: “Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?”. Si pencuri berkata: “ Sholat dulu baru bicara. Ayo pergilah berwudhu’ lalu sholat bersama. Tuan rumahlah yang berhak menjadi imam.”</p>
<p style="text-align:justify;">Karena khawatir pencuri itu membawa senjata, si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi –wallohu a’lam- bagaimana dia bisa sholat. Selesai sholat dia bertanya: “Sekarang, coba ceritakan. Siapa kau dan apa urusanmu?”. Dia menjawab: “Saya ini pencuri”. Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?”, tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab: “Aku menghitng zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan aku juga sudah pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak”. Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu keheranan. Lalu dia berkata: “Hai, ada apa denganmu sebenarnya? Aapa kau ini gila?”. Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengeahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui istrinya. Mereka berdua dikaruniai seorang putri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata: “Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan putriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Akau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnisku.” Ia menjawab: “Aku setuju”. Di pagi hari itu pula sang tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad nikah putrinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Sumber</strong>: Ibrahim bin Abdullah Al Hazimi. 1998. <strong>Kisah-kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi’in, Orang-orang Dulu dan Sekarang</strong>. Pustaka Darul Haq, Jakarta. p 71-74<a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png"><img class="size-full wp-image-337 alignright" title="Signature" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png?w=519" alt=""   /></a></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/berkah-taqwa/'>Berkah Taqwa</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kisah-nyata/'>Kisah Nyata</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/pensucian-diri/'>Pensucian Diri</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/taqwa/'>Taqwa</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tazkiyatun-nafs/'>Tazkiyatun nafs</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=622&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/21/kisah-nyata-berkah-sebuah-ketaqwaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/green-eryin-glassball-wallpaper_1024x768.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Berkah Sebuah Ketaqwaan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png" medium="image">
			<media:title type="html">Signature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Larangan Setelah Makan</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/10/7-larangan-setelah-makan/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/10/7-larangan-setelah-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 06:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food & Beverages]]></category>
		<category><![CDATA[Halal & Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Adab Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: DR. Ilyas Zuhair Alloh Subhaanahu wa Ta&#8217;ala telah menetapkan dan mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu, dalam membunuh, dalam menyembelih, dan dalam hal apapun. Nabi shollallohu &#8216;alayhi wa sallam sendiri memohon kepada Alloh agar ditolong untuk ibadah kepada Alloh dalam bentuk terbaik. Dan menjadikan sikap meninggalkan sesuatu yang kurang baik sebagai pertanda muslim yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=603&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/killer_eating.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-606" style="border:2px solid black;" title="Kebiasaan Buruk Setelah Makan" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/killer_eating.jpg?w=199&#038;h=199" alt="" width="199" height="199" /></a><strong><span style="color:#800080;">Oleh: DR. Ilyas Zuhair</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alloh Subhaanahu wa Ta&#8217;ala telah menetapkan dan mewajibkan berbuat baik dalam segala sesuatu, dalam membunuh, dalam menyembelih, dan dalam hal apapun. Nabi shollallohu &#8216;alayhi wa sallam sendiri memohon kepada Alloh agar ditolong untuk ibadah kepada Alloh dalam bentuk terbaik. Dan menjadikan sikap meninggalkan sesuatu yang kurang baik sebagai pertanda muslim yang baik. Dan Nabi bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Berambisilah untuk hal yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Alloh. Dan jangan lemah.</em>&#8221; (HR. Muslim: 6725)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, berikut ini saya terangkan beberapa kesalahan yang sering kita lakukan setelah makan. Saya akan meringkasnya pada poin berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-603"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">1. Merokok</span></strong><br />
Para ilmuwan telah menetapkan dengan percobaan bahwa merokok satu batang setelah makan, setara dengan merokok 10 batang pada waktu yang lain. Artinya kerusakan dan penyakit yang diakibatkan oleh satu batang rokok setelah makan, sama dengan kerusakan dan penyakit yang diakibatkan 10 batang rokok</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">2. Memakan buah-buahan secara langsung</span></strong><br />
Sesungguhnya mengkonsumsi buah-buahan segera setelah makan akan menyebabkan terisinya perut dengan udara. Oleh karena itu dinasehatkan untuk tidak memakan buah-buahan sebelum satu atau dua jam setelah makan, atau bisa juga satu jam sebelum makan</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">3. Langsung meminum Teh</span></strong><br />
Dikarenakan daun-daun teh banyak mengandung unsur kimia karbon, di mana bahan kimia ini akan mempengaruhi protein yang ada pada makanan yang kita makan dan menjadikannya keras, sehingga sukar dicerna</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>4. Melonggarkan sabuk di Perut</strong></span><br />
Melonggarkan sabuk setelah makan, akan menyebabkan mulasnya lambung dan kebuntuannya (penyumbatan usus)</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>5. Mandi</strong></span><br />
Langsung mandi setelah makan akan menyebabkan mengalirnya darah ke penghujung tubuh, yaitu ke ujung-ujung tangan dan kaki. Akibatnya jumlah darah yang mengalir menjadi sedikit. Hal ini menyebabkan lemahnya proses pencernaan</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>6. Berjalan</strong></span><br />
Termasuk kesalahan fatal adalah keyakinan banyak orang terhadap pernyataan &#8220;Jika engkau berjalan seratus langkah setelah makan, maka sesungguhnya engkau akan menikmati kesehatanmu hingga usia 99 tahun.&#8221; Ini adalah pernyataan yang salah, di mana langsung berjalan setelah makan akan menyebabkan lemahnya proses pencernaan</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>7. Langsung Tidur</strong></span><br />
Sesungguhnya langsung tidur setelah makan akan menyebabkan tidak sempurnanya proses pencernaan yang akan menyebabkan kerusakan lambung atau radang lambung</p>
<h6 style="text-align:justify;"><strong><em>Sumber: Majalah Qiblati, Edisi 03 Tahun III, Bulan Desember 2007 M / Dzulqo&#8217;dah 1428 H<a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png"><img class="alignright size-full wp-image-337" title="Signature" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png?w=519" alt=""   /></a></em></strong></h6>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/food-beverages/'>Food &amp; Beverages</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/food-beverages/halal-safety/'>Halal &amp; Safety</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/adab-makan/'>Adab Makan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/food/'>Food</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/health/'>Health</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kesehatan/'>Kesehatan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/makan/'>Makan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/safety/'>Safety</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=603&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/10/7-larangan-setelah-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/killer_eating.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kebiasaan Buruk Setelah Makan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png" medium="image">
			<media:title type="html">Signature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langkah-langkah Setan</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/01/langkah-langkah-setan/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/01/langkah-langkah-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 14:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tadabbur]]></category>
		<category><![CDATA[Tadabbur Al Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Alloh Subhaanahu wa Ta&#8217;ala berfirman: Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqoroh: 168) Penyebutan godaan setan dengan istilah-istilah “langkah-langkah” di sini memiliki 2 isyarat: 1. &#8220;Langkah&#8221; berarti jarak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=568&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/this-way-to-hell-sign.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-569" style="border:2px solid black;" title="Way to Hell" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/this-way-to-hell-sign.jpg?w=201&#038;h=139" alt="" width="201" height="139" /></a>Alloh Subhaanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “<em>Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.</em>” (QS. Al Baqoroh: 168)</p>
<p style="text-align:justify;">Penyebutan godaan setan dengan istilah-istilah “langkah-langkah” di sini memiliki 2 isyarat:</p>
<p style="text-align:justify;">1. &#8220;<strong>Langkah</strong>&#8221; berarti jarak yang pendek. Begitulah setan ketika menggoda manusia. Ia memulai aksinya dengan hal-hal yang kecil-kecil -baik berupa bid’ah maupun maksiat- agar jiwa manusia menjadi akrab dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kata “<strong>langkah-langkah</strong>” menunjukkan, setan tidak akan berhenti pada langkah pertama dalam perbuatan maksiat.</p>
<p style="text-align:justify;">(Fahd Al Aiban)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">**<em>Dikutip dari buku <strong>SMS Tadabbur Al Qur’an </strong>(Prof. DR. Nashir Al Umar , DR. Umar Al Muqbil, DR. Muhammad Al-Khudhari, 2009), Pustaka Elba, Surabaya</em>.<a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png"><img class="alignright size-full wp-image-337" title="Signature" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png?w=519" alt=""   /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/al-quran/'>Al Qur'an</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tadabbur/'>Tadabbur</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tadabbur-al-quran/'>Tadabbur Al Qur'an</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=568&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/06/01/langkah-langkah-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/06/this-way-to-hell-sign.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Way to Hell</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png" medium="image">
			<media:title type="html">Signature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Pengajar Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/27/kisah-seorang-pengajar-al-quran/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/27/kisah-seorang-pengajar-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 07:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/27/kisah-seorang-pengajar-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini disampaikan oleh seorang pengajar al-Qur’an al-Karim di salah satu masjid di Makkah Al Mukarramah. Ia berkata, ”Telah datang padaku seorang anak yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah”. Maka aku bertanya kepadanya, ”Apakah engkau hafal sebagian dari al-Qur’an?”. Ia berkata, ”Ya”. Aku berkata kepadanya, ”Bacakan dari juz ‘amma!” Maka kemudian ia membacanya. Aku bertanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=550&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posterous_autopost">
<div class="p_embed p_image_embed"><img class="alignleft" style="border-color:black;border-style:solid;border-width:2px;" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/al-quran-scaled500.jpg?w=200&#038;h=150" alt="Al-quran" width="200" height="150" /></div>
<p style="text-align:justify;">Kisah ini disampaikan oleh seorang pengajar al-Qur’an al-Karim di salah satu masjid di Makkah Al Mukarramah. Ia berkata, ”Telah datang padaku seorang anak yang ingin mendaftarkan diri dalam halaqah”. Maka aku bertanya kepadanya, ”Apakah engkau hafal sebagian dari al-Qur’an?”. Ia berkata, ”Ya”. Aku berkata kepadanya, ”Bacakan dari juz ‘amma!” Maka kemudian ia membacanya. Aku bertanya lagi , ”Apakah kamu hafal surat Tabaarak (al-Mulk)?&#8221;. Ia menjawab, ”Ya”. Aku pun takjub dengan hafalannya di usia yang masih dini.<span id="more-550"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Aku bertanya kepadanya tentang surat an-Nahl. Ternyata ia hafal juga, maka semakin bertambah kekagumanku atasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian aku ingin mengujinya dengan surat-surat panjang, aku bertanya, ”Apakah engkau hafal surat al-Baqarah?”. Ia menjawab, ”ya”. Dan ia membaca surat tersebut tanpa salah sedikitpun. Kemudian aku berkata, ”Wahai anakku, apakah kamu hafal al-Qur’an?”. Ia menjawab, ”ya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Subhaanallah, dan apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi! Aku memintanya untuk datang esok hari bersama dengan orang tuanya, sedangkan aku sungguh benar-benar takjub. Bagaimana mungkin bapaknya melakukan hal tersebut?!</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu kejutan besar ketika bapak anak tersebut hadir. Aku melihat penampilannya tidak menunjukkan orang yang komitmen kepada as-sunnah. Segera ia berkata kepadaku, ”Saya tahu anda heran kalau saya adalah ayahnya, tapi saya akan menghilangkan rasa keheranan Anda. Sesungguhnya dibelakang anak ini ada seorang wanita yang setara dengan seribu laki-laki. Aku beritahukan kepada Anda, bahwa aku dirumah memiliki tiga anak yang semuanya hafal al-Qur’an. Dan anakku yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun, sudah hafal juz ‘amma”.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku kaget dan bertanya, ”Bagaimana bisa seperti itu?!”</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengatakan bahwa ibu mereka ketika mereka mulai bisa berbicara pada usia bayi, maka ia memulainya dengan menghafalkan al-Qur’an dan memotivasi mereka untuk itu. Siapa yang menghafal pertama kali, maka dialah yang berhak memilih menu untuk makan malam hari itu. Siapa yang melakukan murajdah (setor hafalan) pertama kali, dialah yang berhak memilih kemana kami akan pergi mengisi liburan mingguan. Dan siapa yang mengkhatamkan pertama kali, maka dialah yang berhak menentukan kemana kami harus mengisi liburan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti inilah istriku menciptakan suasana kompetisi (persaingan) dalam menghafal dan melakukan muraja’ah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika merenungkan dan memikirkan kisah yang penuh pelajaran ini, kami mendapati bahwa seorang wanita shalihah yang senantiasa memperhatikan kebaikan rumah tangganya, maka dialah wanita yang Nabi <em>shollallohu ‘alayhi wa sallam</em> berwasiat pada kaum laki-laki untuk memilih sebagai pasangan hidup. Meninggalkan orientasi harta, kecantikan dan kedudukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka benarlah ketika Rasulullah <em>shollallohu ‘alayhi wa sallam</em> bersabda, “<em>Seorang wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka carilah agamanya niscaya kamu beruntung.</em>” (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>shollallohu ‘alayhi wa sallam</em> bersabda, “<em>Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah</em>” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat atasnya (ibu anak tersebut) yang telah menjamin masa depan anak-anaknya dengan menjadikan al-Qur’an sebagai pemberi syafaat kepada mereka kelak di hari kiamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>shollallohu ‘alayhi wa sallam</em> bersabda, ”<em>Akan dikatakan kepada orang yang hafal al-Qur’an pada hari kiamat, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dalam kehidupan dunia, karena sesungguhnya tempat kembalimu dalam kehidupan akhir adalah sesuai dengan ayat yang dahulu engkau baca”</em> (HR. Ibnu Hibban)</p>
<p style="text-align:justify;">Maka bayangkanlah sekarang datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu berdiri di padang mahsyar. Ia akan melihat anak-anaknya terus naik dan naik dihadapannya, dan tiba-tiba mereka berada di tempat yang paling tinggi. Kemudian dibawakan kepadanya mahkota <em>al waqaar</em> (kemuliaan) yang diletakkan di atas kepalanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang akan dilakukan anak-anak kita jika dikatakan kepada mereka, ”Bacalah!”</p>
<p style="text-align:justify;">Maka kemanakah (hafalan) mereka akan sampai?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah akan diletakkan di atas kepala kita sebuah mahkota?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika didatangkan timbangan amal, maka berapa banyak lagu-lagu yang mereka hafalkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak gambar-gambar porno yang ada dalam HP mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa banyak Bluetooth dengan materi menjijikkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ini akan menjadi modal dalam timbangan amal kedua orang tua mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shollallohu ‘alayhi wa sallam</em> bersabda, <em>”Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang pemimpin atas manusia adalah pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan anaknya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Dan seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah bahwa setiap dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”.</em> (HR. Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Tidaklah Allah mengaruniakan kepada kita keturunan agar kita memperbanyak orang-orang yang bermaksiat kepadaNya. Akan tetapi agar mereka bersyukur dan ingat, apakah anak kita termasuk dari kalangan mereka?</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua!</p>
<p style="text-align:justify;">Mulailah dengan mendidik dan memperbaiki anak-anak kalian. Jadikanlah huruf dan ayat-ayat al-Qur’an sebagai pemberat timbangan amal kalian dan saksi bagi kalian pada hari perhitungan. Hari dimana Al-Qur’an menempati tempat yang tinggi .</p>
<p style="text-align:justify;">Tentunya risalah ini juga untuk para bapak.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan wahai para bapak, jika anda menjadikan anak anda hafal al-Qur’an. Setiap kali ia membaca satu huruf, anda akan mendapatkan pahala setiap huruf yang ia baca dari al-Qur’an dalam hidupnya. Maka jadilah anda dengan menjaga anak anda untuk menghafalnya dengan pertolongan dari Allah <em>Subhaanahu wa Ta’ala</em>.</p>
<address> </address>
<address>Sumber: Majalah Qiblati, Edisi 6 tahun 6, Rabiul Tsani 1432 H/Maret 2011</address>
<p style="text-align:justify;">Sumber link: <a href="http://enkripsi.wordpress.com/2011/04/15/kisah-seorang-pengajar-al-qur%E2%80%99an/">http://enkripsi.wordpress.com/2011/04/15/kisah-seorang-pengajar-al-qur’an/</a><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png"><img class="alignright size-full wp-image-337" title="Signature" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png?w=519" alt=""   /></a></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/al-quran/'>Al Qur'an</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/kisah-nyata/'>Kisah Nyata</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=550&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/27/kisah-seorang-pengajar-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/al-quran-scaled500.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Al-quran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2010/11/signature.png" medium="image">
			<media:title type="html">Signature</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Tadabbur Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/07/pentingnya-tadabbur-al-quran/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/07/pentingnya-tadabbur-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 01:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Pensucian Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tadabbur]]></category>
		<category><![CDATA[Tadabbur Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/07/pentingnya-tadabbur-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam pernah bangun sepanjang malam dengan membaca satu ayat secara berulang-ulang sampai Shubuh. Yaitu firman Alloh Subhaanahu wa Ta’ala: إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ Artinya: “Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=539&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posterous_autopost">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/ramadan_kareem-76.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-540" style="border:2px solid black;" title="Al_Qur'an" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/ramadan_kareem-76.jpg?w=200&#038;h=147" alt="" width="200" height="147" /></a>Nabi <em>shollallohu ‘alayhi wa sallam</em> pernah bangun sepanjang malam dengan membaca satu ayat secara berulang-ulang sampai Shubuh. Yaitu firman Alloh <em>Subhaanahu wa Ta’ala</em>:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:black;">إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ</span></p>
<p>Artinya: “<em>Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</em>” (QS. Al Maaidah: 118)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, Ibnul Qoyyim mengatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">“Apabila melewati suatu ayat (sementara Beliau membutuhkannya untuk mengobati hatinya), Beliau membacanya secara berulang-ulang kendati mencapai 100 kali dalam satu malam. Jadi, membaca satu ayat disertai dengan pemikiran dan pemahaman, lebih baik daripada membaca sampai khatam tanpa perenungan dan pemahaman, lebih bermanfaat, bagi hati, dan lebih berpotensi mendatangkan iman dan rasa manisnya Al Qur’an (<em>Miftahu Daarissa’adah, </em>1/187)</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dikutip dari buku <strong>SMS Tadabbur Al Qur’an </strong>(Prof. DR. Nashir Al Umar , DR. Umar Al Muqbil, DR. Muhammad Al-Khudhari, 2009), Pustaka Elba, Surabaya</em>.</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/al-quran/'>Al Qur'an</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/hikmah/'>Hikmah</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/pensucian-diri/'>Pensucian Diri</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tadabbur/'>Tadabbur</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tadabbur-al-quran/'>Tadabbur Al Qur'an</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tazkiyatun-nafs/'>Tazkiyatun nafs</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=539&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/07/pentingnya-tadabbur-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/ramadan_kareem-76.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Al_Qur&#039;an</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membersihkan Dosa dan Kesalahan</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/01/membersihkan-dosa-kesalahan/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/01/membersihkan-dosa-kesalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 07:29:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/01/membersihkan-dosa-kesalahan/</guid>
		<description><![CDATA[Imam Ibnul Qoyyim rohimahumulloh berkata: &#8220;Aku pernah bertanya kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang maksud do&#8217;a Rosululloh shollallohu &#8216;alayhi wa sallam: &#8220;Allohumma thohhirnii min khothooyaaya bil-maa-i watsalji wal-barod&#8220; (Ya Alloh, bersihkanlah dosa-dosaku dengan air, salju, dan air dingin). (HR. Bukhari, Muslim) Bagaimana kesalahan-kesalahan dapat dibersihkan dan dihapus dengan semua itu? Dan apa faedah pengkhususan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=533&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posterous_autopost">
<div class="p_embed p_image_embed" style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/heart-from-splash-water-wallpa-scaled-1000.jpg"><img class="alignleft" style="border:2px solid black;" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/heart-from-splash-water-wallpa-scaled-1000.jpg?w=200&#038;h=150" alt="Heart-from-splash-water-wallpa" width="200" height="150" /></a>Imam Ibnul Qoyyim <em>rohimahumulloh</em> berkata: &#8220;Aku pernah bertanya kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang maksud do&#8217;a Rosululloh <em>shollallohu &#8216;alayhi wa sallam</em>:</div>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;<em>Allohumma thohhirnii min khothooyaaya bil-maa-i watsalji wal-barod</em>&#8220;</strong> (Ya Alloh, bersihkanlah dosa-dosaku dengan air, salju, dan air dingin). (HR. Bukhari, Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana kesalahan-kesalahan dapat dibersihkan dan dihapus dengan semua itu? Dan apa faedah pengkhususan yang dapat dipetik dari pernyataan di atas serta sabda Rosululoh di hadits lain dengan redaksi &#8220;Wal maail baaridi&#8221; yaitu air dingin&#8221;.. Padahal air panas umumnya lebih dapat membersihkan?<span id="more-533"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jawab Ibnu Taimiyah: &#8220;Kesalahan-kesalahan itu dapat menimbulkan panas dan kelemahan di dalam hati. Ia menjadi longgar &amp; api syahwat menjadikannya panas dan kotor. Kesalahan dan maksiat ibarat kayu bakar baginya yang menyulut dan membesarkan nyala api. Dari itulah makna, jika kesalahan dan dosa semakin banyak, maka nyala api hati semakin membara dan melemahkannya. Sedangkan air dapat membersihkan kotoran-kotoran dan memadamkan nyala api. Jika air itu dingin, maka ia dapat menjadikan fisik kuat dan keras, dan jika ditambahi air es atau hujan es, maka itu lebih dapat mendinginkan dan menguatkan fisik, dan itu lebih dapat membersihkan bekas dan kotoran-kotoran kesalahan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">(Lihat Kitab &#8216;Ighaatsatul Lahfaan&#8217;)</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">(<strong>Sumber:</strong> <em>Abdul Karim bin Abdul Majid Ad-Diwaan, <strong>Kiat Melembutkan Hati &amp; Menangis karena Alloh</strong>. Pustaka At-Tibyan, Solo. 2009</em>)</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tazkiyatun-nafs/'>Tazkiyatun nafs</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/533/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/533/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=533&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/04/01/membersihkan-dosa-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/04/heart-from-splash-water-wallpa-scaled-1000.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Heart-from-splash-water-wallpa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih Sulit Menghentikan Kemungkaran??</title>
		<link>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/03/31/masih-sulit-menghentikan-kemungkaran/</link>
		<comments>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/03/31/masih-sulit-menghentikan-kemungkaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 23:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galuhsurya</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMIC CENTER]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Al Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tadabbur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuhsurya.wordpress.com/2011/03/31/masih-sulit-menghentikan-kemungkaran/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pemuda yang sangat gandrung dengan salah satu perbuatan keji. Ia sangat sulit meninggalkannya. Sampai akhirnya Alloh Subhaanahu wa Ta’ala mengizinkan perasaan gandrungnya itu lenyap setelah ia merenungkan firman  Alloh Jalla wa ‘Ala: “Demikianlah, agar kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24) Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=528&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posterous_autopost">
<div class="p_embed p_image_embed" style="text-align:justify;"><a href="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/03/1_12-scaled1000.jpg"><img class="alignleft" style="border:2px solid black;" title="Chair - Kursi" src="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/03/1_12-scaled1000.jpg?w=200&#038;h=143" alt="" width="200" height="143" /></a>Ada seorang pemuda yang sangat gandrung dengan salah satu perbuatan keji. Ia sangat sulit meninggalkannya. Sampai akhirnya Alloh <em>Subhaanahu wa Ta’ala</em> mengizinkan perasaan gandrungnya itu lenyap setelah ia merenungkan firman  Alloh <em>Jalla wa ‘Ala</em>:</div>
<p style="text-align:justify;">“<em>Demikianlah, agar kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.</em>” (QS. Yusuf: 24)</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah membaca ayat ini, ia kembali kepada dirinya dan berkata: “Seandainya aku mau ikhlas kepada Alloh ‘<em>Azza wa Jalla</em>, pasti Robb-Ku akan meyelamatkan aku sebagaimana Dia menyelamatkan Yusuf <em>‘alayhissalam</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, tidak lama kemudian pemuda itu menjadi juru dakwah.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>- Dikutip dengan sedikit tambahan seperlunya, dari buku <strong>SMS Tadabbur Al Qur’an </strong>(Prof. DR. Nashir Al Umar , DR. Umar Al Muqbil, DR. Muhammad Al-Khudhari, 2009), Pustaka Elba, Surabaya. -<br />
</em></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/'>ISLAMIC CENTER</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/category/islamic-center/renungan-kecil/'>Renungan Kecil</a> Tagged: <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/al-quran/'>Al Qur'an</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islam/'>Islam</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/islamic-center-2/'>Islamic Center</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/renungan/'>Renungan</a>, <a href='http://galuhsurya.wordpress.com/tag/tadabbur/'>Tadabbur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galuhsurya.wordpress.com/528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galuhsurya.wordpress.com/528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galuhsurya.wordpress.com&amp;blog=4020980&amp;post=528&amp;subd=galuhsurya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galuhsurya.wordpress.com/2011/03/31/masih-sulit-menghentikan-kemungkaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7fdbe0fc24cd96f55551d105b07b2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Galuh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://galuhsurya.files.wordpress.com/2011/03/1_12-scaled1000.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Chair - Kursi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
