Arsip untukISLAMIC CENTER

Perbedaan Ujian Alloh dengan Manusia

Ujian

Berikut ini adalah perbedaan ujian Alloh dengan manusia….

—-

Ujian manusia bukunya banyak, bermacam-macam dan sulit, memerlukan tenaga dan fikiran. Sementara ujian Alloh buku panduannya hanya satu dan mudah (Al Qur’an)

—-

Ujian manusia, soalnya tidak diketahui dan baru diketahui ketika ujian mulai. Sementara ujian Alloh, soalnya diketahui dan jelas sebelum ujian yaitu: “Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu? Dihabiskan untuk apa masa mudamu? Dihabiskan untuk apa umurmu? Hartamu dapt dari mana? Dan untuk apa? Apa yang kamu amalkan dari ilmu yang kamu peroleh?”

—-

Ujian manusia, jawabannya tidak diberitahukan sebelum ujian. Sementara ujian Alloh, contoh jawabannya diberitahukan disela-sela ujian.

—-

Ujian manusia, guru yang ditunjuk menerangkan cara menjawab kadang-kadang salah, sementara ujian Alloh, guru yang dipilih (Rosululloh) dijamin tidak pernah salah.

—-

Ujian manusia, waktu menjawabnya tidak lebih dari beberapa jm. Sementra ujian Alloh waktu menjawabnya panjang sampai sepanjang umur.

—-

Ujian manusia bisa diulang hanya sekali dan kelulusannya tidak dijamin, sementara ujian Alloh bisa diulang kapan saja sampai mau mati, sementara kelulusannya dijamin dengan ijin Alloh.

—-

Ujian manusia nilai tertingginya 100, sedangkan ujian Alloh nilai tertingginya 700 dan bisa lebih berlipat bila dikehendaki Alloh.

—-

Sungguh aneh banyak orang bisa lulus ujian manusia tapi tidak lulus ujian Alloh…

<galuhsuya>

HAKIKAT “KAYA…”

Uang....

Hakekat kaya adalah kaya hati bukan kaya harta semata. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam selalu memberi bimbingan dan pengarahan untuk hidup sederhana dan puas akan bagian yang diberikan oleh Alloh, sebagaimana dalam sabdanya :

Dan puaslah akan bagian yang telah Alloh berikan untukmu, maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya” (HR. Bukhori)

… continue reading this entry.

Fitnah Kubur bagi Orang Beriman dan Orang Kafir

Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad menyebutkan bahwa Al-Bara’ ibn ‘Azib pernah berkisah sebagai berikut:

Kami pernah keluar bersama Rosululloh untuk mengantarkan jenazah serang laki-laki dari shahabat Anshar, kemudian sampailah kami ke pekuburan tersebut. Setelah mayat tersebut dikebumikan, Rosululloh duduk, kami pun duduk di sekitarnya dengan tenang sehingga seakan-akan kepala kami dihinggapi seekor burung. Tangan beliau memegang sebatang kayu dan mencocok-cocokkan ke tanah. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Alloh dari adzab kubur.”

… continue reading this entry.

Mata Terjaga Hati Terpelihara

Pornografi dan pornoaksi berhubungan erat dengan maksiat inderawi terutama penglihatan. Mata adalah indera yang pertama kali menangkap materi-materi pornografi dan pornoaksi. Mata adalah yang pertama kali melakukan kejahatan dengan melihat hal-hal yang diharamkan. Dari mata, setan akan melanjutkan tipu dayanya ke bagian tubuh yang lain, terutama kepada pengendali seluruh anggota badan, yaitu hati. Karena itu, menjaga pandangan adalah hal yang diperintahkan dalam Islam.

Kesucian hati amat berhubungan dengan masalah menjaga pandangan. Allah memberikan predikat lebih suci bagi orang yang menjaga pandangannya.
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (An Nur: 30)

… continue reading this entry.

TENTANG “UJUB”

Sufyan Ats-Tsauri rohimahumulloh, meringkas definisi ujub sebagai berikut:

Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri sehingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi perkara haram lebih suci jiwanya ketimbang dirinya

… continue reading this entry.

KEBODOHAN TERMASUK SIFAT PENGHUNI NERAKA

Salah satu hal yang menunjukkan begitu pentingnya ilmu syar’i adalah bahwasanya kebodohan merupakan sifat penghuni neraka. Sebaliknya, seseorang yang diberi kemudahan untuk memahami ilmu syar’i dan mengamalkannya menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan padanya sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam

Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya pandai dalam agamanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

… continue reading this entry.