Sufyan Ats-Tsauri rohimahumulloh, meringkas definisi ujub sebagai berikut:
“Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri sehingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi perkara haram lebih suci jiwanya ketimbang dirinya”
Imam Syafi’i rohimahumulloh berkata :
“Baransgsiapa yang mengangkat-angkat diri secara berlebihan, niscaya Allah akan menjatuhkan martabatnya”
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, dengan santai dapat diusirnya hanya dengan mengibaskan tangan. Adapun seorang mukmin melihat dosa-dosanya bagaikan duduk di bawah kaki gunung yang siap menimpanya” (HR. Bukhari)
Dampak Ujub:
1. Jatuh dalam jerat-jerat kesombongan, sebab ujub merupakan pintu menuju kesombongan.
2. Dijauhkan dari pertolongan ilahi. Allah ‘azza wa jalla berfirman :
“Orang-orang yang berjihad (untuk mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al Ankabut : 69)
3. Terpuruk dalam menghadapi berbagai krisis dan cobaan kehidupan
4. Dibenci dan dijauhi orang-orang
5. Akan menerima azab dan pembalasan, baik itu cepat maupun lambat. Dalam haditsnya, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari kiamat” (HR. Bukhari)
by : Admin
Disarikan dari buku “Panah-panah Setan”, oleh Shalih bin Muhammad Al Wunaiyyan. Penerbit Yayasan Al Sofwa, Jakarta, 1998.
